Pages

Minggu, 19 Juni 2016




(kebiasaan orang tua berakibat buruk bagi anak)
Nurul Fauziah

                Di zaman yang serba canggih saat ini, apa saja yang kita inginkan bisa kita akses melalui satu alat canggih yaitu handphone. Namun, tidak hanya alat canggih saja, penguat untuk mengakses memerlukan sambungan data internet. Mulai dari anak-anak sampai orang tua menggunakan HP. Tidak heran jika seseorang mulai dari membuka mata hingga menutup mata selalu pegang HP. Ada saja aplikasi dan game yang membuat seseorang itu kecanduan, bahkan bisa mengakibatkan tidak bisa tidur, bermalas-malasan untuk melakukan kegiatan, melalaikan kewajiban dan sebagainya. Kewajiban-kewajiban seseorang dalam hidup itu berbeda-beda. Seperti halnya ibu, kewajiban utama seorang ibu yaitu menyusui dan mendidik anak. Namun, jika kewajiban itu terpenuhi total ke anak, maka tidak akan ada anak yang membangkang, merengek memaksakan keinginannya terwujud, dan lain-lain. Salah satu yang tersorot dalam kehidupan sekarang yaitu keaktifan para ibu-ibu di dunia maya atau sibuk dengan Hpnya sendiri. Mungkin seorang ibu bisa menggunakan HPnya untuk berdagang, disisi lain banyak aplikasi yang menghantui diri untuk menjerumus dan menjadikan kecanduan dengan itu.
                Banyak mama-mama muda yang masih terbawa dengan masa remajanya, yaitu ngerumpi dengan teman. Akan tetapi sekarang sudah ada tempat yang mungkin dianggap pas untuk ngerumpi para mama-mama muda yaitu facebook, WA, dan lain-lain. Jangan sampai semua itu mengganggu kewajiban mama sebagai seorang ibu. Pendidikan anak untuk yang pertama kalinya diperoleh dari seorang ibu. Bayangkan apabila mama muda sudah sibuk dengan media sosialnya, kapan seorang ibu akan memberikan pendidikannya kepada anak? Wajar saja jika anak tidak lulut dengan ibunya kan? Sebuah pribahasa mengatakan “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya”, maknanya sifat anak tidak jauh dari sifat ayah atau ibunya. Namun semua itu bisa di asah dengan pendidikan dini oleh seorang ibu. Seorang ibu juga harus menyadari bahwa seorang anak kelak akan memasuki dunia bermain, dunia berteman, dan dunia dewasanya. Seorang ibu harus bisa membekali seorang anak dengan bermacam pendidikan, seperti pendidikan agama, pendidikan jasmani, moral, attitide.
                Mama-mama muda bukan hanya kesibukan di media sosial yang menjadi salah satu sebab kenapa anak menjadi membangkang dan sebagainya, ada beberapa penyebab lainnya yang bisa menjadikan anak demikian. Dalam buku “mengapa anak saya suka melawan dan susah diatur?” oleh Ayah Edy menyebutkan dalam bukunya ada 37 Kebiasaan orang tua yang menghasilkan perilaku buruk pada anak, salah satunya yaitu raja yang tak pernah salah.
Sewaktu anak kita masih kecil dan belajar jalan tidak jarang tanpa sengaja mereka menabrak kursi atau meja. Lalu mereka menangis. Umumnya, yang dilakukan oleh orang tua supaya tangisan anak berhenti adalah dengan memukul kursi atau meja yang tanpa sengaja mereka tabrak. Sambil mengatakan, “Siapa yang nakal ya? Ini sudah papa atau mama pukul kursi atau mejanya, sudah cup cup diem ya. Akhirnya si anak pun terdiam. Ketika proses pemukulan terhadap benda-benda yang mereka tabrak terjadi, sebenarnya kita telah mengajarkan kepada anak kita bahwa ia tidak pernah bersalah. Yang salah orang atau benda lain. Pemikiran ini akan terus terbawa hingga ia dewasa. Akibatnya, setiap ia mengalami suatu peristiwa dan terjadi suatu kekeliruan, maka yang keliru atau salah adalah orang lain, dan dirinya selalu benar. Akibat lebih lanjut, yang pantas untuk diberi peringatan sanksi atau hukuman adalah orang lain yang tidak melakukan suatu kekeliruan atau kesalahan.
Kita sebagai orang tua baru menyadari hal tersebut ketika si anak sudah mulai melawan pada kita. Perilaku melawan ini terbangun sejak kecil karena tanpa sadar kita telah mengajarkan untuk tidak pernah merasa bersalah. Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan ketika si anak yang baru berjalan menabrak sesuatu sehingga membuatnya menangis? Yang sebaiknya kita lakukan adalah ajarilah ia untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Katakanlah padanya (sambil mengusap bagian yang menurutnya terasa sakit): ”Sayang, kamu terbentur ya. Sakit ya? Lain kali hati-hati ya, jalannya pelan-pelan saja dulu supaya tidak membentur lagi.”
Anak adalah anugrah dari Allah SWT yang dititipkan kepada orang tua untung dijaga, dididik, disayang, dikasih, diasuh, namun anak juga tidak bisa dijadikan raja dalam kehidupannya. Pembelajaran sejak dini sangatlah penting, maka dari itu, gunakan kecerdasan mama untuk mengasuh, mengasih, menyayangi buah hati hingga tumbuh dewasa dimana dia siap menjalankan kehidupannya di dunia kerja sampai dia tua.

Jumat, 03 April 2015

Be the legend

dapatkan tas laptop cantik seharga 529.000
order 175 bp dan dapatkan GIORDANI GOLD ELEGANT BUSINESS LAPTOP CASE hanya 199.000 atau order 200 bp dan dapatkan GIORDANI GOLD ELEGANT BUSINESS CASE GRATIS..

Senin, 23 Februari 2015

Soto Sokaraja Sajiku

Bahan - Bahan

- 1 lt air
- 500g daging ayam kampung
- 1 btg seledri cincang
- 1 bks
 Sajiku® Bumbu Soto Ayam
- 50g soun
- 50g taoge
- 20g kedelai goreng
- 25g kacang tanah tumbuk
- 1 btg serai
- 5 lbr daun jeruk

Bahan Pelengkap:
Jeruk nipis, bawang goreng dan kerupuk, sambal.

Cara Memasak


Langkah 1

Panaskan air, masukan serai, daun jeruk, Masukkan daging ayam, aduk rata.

Langkah 2

Masukkan Sajiku® Bumbu Soto Ayam, masak hingga empuk, angkat daging ayam dari kuah.

Langkah 3

Cincang seledri dan suwir daging ayam.

Langkah 4

Masukkan soun, taoge, kedelai, kacang tumbuk, ayam suwir, dan seledri cincang di mangkuk. Tuang kuah soto, sajikan dengan bahan pelengkap.

Ayam Panggang Saori

Bahan - Bahan

- 4 bh dada ayam fillet dengan kulit
- 8 bh kentang rendang, rebus
- 8 bh tomat ceri
- 30 g kacang polong
- 1 sdm wijen
- 2 bks
 SAORI® Saus Tiram
- 100 ml air
- 2 sdm minyak goreng
- 1 sdm maizena larutkan dengan 3 sdm air

Bahan pelengkap :
Salad campur

Cara Memasak


Langkah 1

Potong kentang dan tomat menjadi dua bagian.Siapkan wadah, masukkan daging ayam, 1 bks SAORI® Saus Tiram, dan wijen, aduk rata, diamkan ± 15 menit.

Langkah 2

Panaskan minyak, panggang dada ayam hingga matang dan kecoklatan, angkat.

Langkah 3

Buat saus: Panaskan wajan, masukkan air, kentang, kacang polong, tomat ceri dan SAORI® Saus Tiram

Langkah 4

Tambahkan larutan maizena, masak hingga mengental, angkat, Sajikan dengan saus dan salad campur.

Agar Hasil Panggangan Bagus dan Tidak Gosong

Sebelum memasak resep Ayam Panggang SAORI®, ada baiknya membaca tips berikut.
Cara memasak resep kali ini menggunakan teknik ‘Pan fried’ atau cara memanggang dengan menggunakan penggorengan yang diberi sedikit minyak.
Berikut hal-hal yang harus Ibu perhatikan:
- Gunakan wajan anti lengket baik polos maupun bergerigi.
- Beri sedikit minyak agak tidak lengket
- Jika berupa daging dengan bagian kulit menempel, maka letakkan bagian kulit terlebih dahulu agar memberi cita rasa lebih pada minyak yang dihasilkan.
- Jika berupa sayuran, olesi dengan minyak dan bumbu sebelum dipanggang.
- Gunakan api kecil-sedang untuk mendapatkan kematangan yang sempurna.

Lo Mie Ayam Sajiku


Bahan - Bahan

- 200 g mie kuning
- 100 g daging ayam, iris iris
- 50 g taoge
- 8 btg kangkung muda
- 2 sdm kecap manis
- 600 ml air.
- 2 sdm maizena, larutkan dengan 4 sdm air
- 1 bks Sajiku® Bumbu Nasi Goreng Rasa Ayam
- 3 sdm minyak goreng

Bahan pelengkap:
Kerupuk

Cara Memasak


Langkah 1

Panaskan minyak, tumis daging ayam.

Langkah 2

Masukkan air, kecap manis, Sajiku® Bumbu Nasi Goreng Rasa Ayam dan air maizena, aduk rata.

Langkah 3

Masukkan mie, masak hingga mengembang.

Langkah 4

Masukkan taoge dan kangkung muda, aduk rata, masak sebentar, angkat dan sajikan dengan pelengkap.

Kombinasikan Bahan di Rumah dan Bumbu Praktis Sajiku

Terkadang kita suka bingung harus memasak apa untuk keluarga, atau kerabat yang datang ke rumah. Ujungnya pasti membeli makanan dari luar yang belum tentu higienis.
Padahal Ibu bisa mengkombinasikan bahan yang tersedia di rumah dengan bumbu praktis untuk menyajikan hidangan lezat dengan mudah serta sehat.
Seperti menu kali ini, Lo Mie Ayam, Ibu juga dapat mengkreasikannya dengan aneka bumbu praktisSajiku® Nasi Goreng, seperti:
- Sajiku® Nasi Goreng Rasa Udang
- Sajiku® Nasi Goreng Rasa Seafood
- Sajiku® Nasi Goreng Rasa Ayam
- Sajiku® Nasi Goreng Rasa Pedas

Ikan Kriuk Saus Thailand

Bahan - Bahan

- 200 g ikan mas kecil
- 4 sdm air es
- 1 bks
 Sajiku® tepung bumbu
- 100 ml air
- 1 bh cabe besar , buang biji , cincang
- 1 sdm gula pasir
- 1 sdm air jeruk nipis
- ½ sdt garam
- Minyak goreng secukupnya

Bahan pelengkap :
Selada campur

Cara Memasak


Langkah 1

Buat adonan kering: Siapkan wadah, masukkan Sajiku® Tepung Bumbu. Adonan basah: Siapkan wadah, masukkan air es dan tambahan 2 sdm Sajiku® Tepung Bumbu, aduk rata.

Langkah 2

Masukkan ikan kedalam adonan basah, aduk hingga semua ikan terlumuri adonan

Langkah 3

Masukkan ikan yang sudah terlumuri adonan basah kedalam adonan kering.

Langkah 4

Panaskan minyak lalu goreng ikan hingga kering dan matang. Buat saus : Tumis cabe, tambahkan air, garam, gula dan air jeruk, aduk rata, masukkan sisa adonan basah, aduk hingga mendidih dan saus mengental. Tuang saus di atas ikan krispi.

Variasi Jenis Ikan Kecil Yang Enak Digoreng Kriuk

Variasi hidangan keluarga yang banyak disukai keluarga adalah hidangan yang memiliki rasa gurih, nikmat dan memiliki tektur krispi.
Seperti menu kali ini, Ikan Kriuk Saus Thailand, agar lebih bervariasi
berikut beberapa jenis ikan yang bisa digunakan:
-
 Ikan mas hitam kecil : hasil gorengan umumnya krispy dan mudah digigit
-
 Ikan mas merah kecil : hasil gorengan krispy, kering dan empuk
-
 Ikan nila kecil : hasil gorengan umumnya ikan lebih keras dibanding dengan ikan mas namun duri lebih sedikit


Jumat, 08 November 2013

pendidikan karakter

Kita sebagai orang tua seringkali mengikutkan anak kita berbagai macam les tambahan di luar sekolah seperti les matematika, les bahasa inggris, les fisika dan lain-lain. Saya yakin hal ini kita dilakukan untuk mendukung anak agar tidak tertinggal atau menjadi yang unggul di sekolah. Bahkan, terkadang ide awal mengikuti les tersebut tidak datang dari si anak, namun datang dari kita sebagai orang tua. Benar tidak?
Memang, saat ini kita menganggap tidak cukup jika anak kita hanya belajar di sekolah saja, sehingga kita mengikutkan anak kita bermacam-macam les. Kita ingin anak kita pintar berhitung, kita ingin anak kita mahir berbahasa inggris, kita juga ingin anak kita jago fisika dan lain sebagainya. Dengan begitu, anak memiliki kemampuan kognitif yang baik.
Ini tiada lain karena, pendidikan yang diterapkan di sekolah-sekolah juga menuntut untuk memaksimalkan kecakapan dan kemampuan kognisi. Dengan pemahaman seperti itu, sebenarnya ada hal lain dari anak yang tak kalah penting yang tanpa kita sadari telah terabaikan. Apa itu? Yaitu memberikan pendidikan karakter pada anak didik. Saya mengatakan hal ini bukan berarti pendidikan kognitif tidak penting, bukan seperti itu!
Maksud saya, pendidikan karakter penting artinya sebagai penyeimbang kecakapan kognitif. Beberapa kenyataan yang sering kita jumpai bersama, seorang pengusaha kaya raya justru tidak dermawan, seorang politikus malah tidak peduli pada tetangganya yang kelaparan, atau seorang guru justru tidak prihatin melihat anak-anak jalanan yang tidak mendapatkan kesempatan belajar di sekolah. Itu adalah bukti tidak adanya keseimbangan antara pendidikan kognitif dan pendidikan karakter.

Ada sebuah kata bijak mengatakan, ilmu tanpa agama buta, dan agama tanpa ilmu adalah lumpuh. Sama juga artinya bahwa pendidikan kognitif tanpa pendidikan karakter adalah buta. Hasilnya, karena buta tidak bisa berjalan, berjalan pun dengan asal nabrak. Kalaupun berjalan dengan menggunakan tongkat tetap akan berjalan dengan lambat. Sebaliknya, pengetahuan karakter tanpa pengetahuan kognitif, maka akan lumpuh sehingga mudah disetir, dimanfaatkan dan dikendalikan orang lain. Untuk itu, penting artinya untuk tidak mengabaikan pendidikan karakter anak didik. Lalu apa sih pendidikan karaker itu?
Jadi, Pendidikan karakter adalah pendidikan yang menekankan pada pembentukan nilai-nilai karakter pada anak didik. Saya mengutip empat ciri dasar pendidikan karakter yang dirumuskan oleh seorang pencetus pendidikan karakter dari Jerman yang bernama FW Foerster. Pertama, pendidikan karakter menekankan setiap tindakan berpedoman terhadap nilai normatif. Anak didik menghormati norma-norma yang ada dan berpedoman pada norma tersebut. Kedua, adanya koherensi atau membangun rasa percaya diri dan keberanian, dengan begitu anak didik akan menjadi pribadi yang teguh pendirian dan tidak mudah terombang-ambing dan tidak takut resiko setiap kali menghadapi situasi baru. Ketiga, adanya otonomi, yaitu anak didik menghayati dan mengamalkan aturan dari luar sampai menjadi nilai-nilai bagi pribadinya. Dengan begitu, anak didik mampu mengambil keputusan mandiri tanpa dipengaruhi oleh desakan dari pihak luar. Keempat, keteguhan dan kesetiaan. Keteguhan adalah daya tahan anak didik dalam mewujudkan apa yang dipandang baik. Dan kesetiaan marupakan dasar penghormatan atas komitmen yang dipilih.

Pendidikan karakter penting bagi pendidikan di Indonesia. Pendidikan karakter akan menjadi basic atau dasar dalam pembentukan karakter berkualitas bangsa, yang tidak mengabaikan nilai-nilai sosial seperti toleransi, kebersamaan, kegotongroyongan, saling membantu dan mengormati dan sebagainya. Pendidikan karakter akan melahirkan pribadi unggul yang tidak hanya memiliki kemampuan kognitif saja namun memiliki karakter yang mampu mewujudkan kesuksesan.
Berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat, ternyata kesuksesan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh pengetahuan dan kemampuan teknis dan kognisinyan (hard skill) saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Penelitian ini mengungkapkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20 persen hard skill dan sisanya 80 persen oleh soft skill. Dan, kecakapan soft skill ini terbentuk melalui pelaksanaan pendidikan karater pada anak didik.
Berpijak pada empat ciri dasar pendidikan karakter di atas, kita bisa menerapkannya dalam pola pendidikan yang diberikan pada anak didik. Misalanya, memberikan pemahaman sampai mendiskusikan tentang hal yang baik dan buruk, memberikan kesempatan dan peluang untuk mengembangkan dan mengeksplorasi potensi dirinya serta memberikan apresiasi atas potensi yang dimilikinya, menghormati keputusan dan mensupport anak dalam mengambil keputusan terhadap dirinya, menanamkan pada anak didik akan arti keajekan dan bertanggungjawab dan berkomitmen atas pilihannya. Kalau menurut saya, sebenarnya yang terpenting bukan pilihannnya, namun kemampuan memilih kita dan pertanggungjawaban kita terhadap pilihan kita tersebut, yakni dengan cara berkomitmen pada pilihan tersebut.

Pendidikan karakter hendaknya dirumuskan dalam kurikulum, diterapkan metode pendidikan, dan dipraktekkan dalam pembelajaran. Selain itu, di lingkungan keluarga dan masyarakat sekitar juga sebaiknya diterapkan pola pendidikan karakter. Dengan begitu, generasi-generasi Indonesia nan unggul akan dilahirkan dari sistem pendidikan karakter.