(kebiasaan
orang tua berakibat buruk bagi anak)
Nurul Fauziah
Di
zaman yang serba canggih saat ini, apa saja yang kita inginkan bisa kita akses
melalui satu alat canggih yaitu handphone.
Namun, tidak hanya alat canggih saja, penguat untuk mengakses memerlukan
sambungan data internet. Mulai dari anak-anak sampai orang tua menggunakan HP.
Tidak heran jika seseorang mulai dari membuka mata hingga menutup mata selalu
pegang HP. Ada saja aplikasi dan game yang membuat seseorang itu kecanduan,
bahkan bisa mengakibatkan tidak bisa tidur, bermalas-malasan untuk melakukan kegiatan,
melalaikan kewajiban dan sebagainya. Kewajiban-kewajiban seseorang dalam hidup
itu berbeda-beda. Seperti halnya ibu, kewajiban utama seorang ibu yaitu
menyusui dan mendidik anak. Namun, jika kewajiban itu terpenuhi total ke anak,
maka tidak akan ada anak yang membangkang, merengek memaksakan keinginannya
terwujud, dan lain-lain. Salah satu yang tersorot dalam kehidupan sekarang
yaitu keaktifan para ibu-ibu di dunia maya atau sibuk dengan Hpnya sendiri.
Mungkin seorang ibu bisa menggunakan HPnya untuk berdagang, disisi lain banyak
aplikasi yang menghantui diri untuk menjerumus dan menjadikan kecanduan dengan
itu.
Banyak
mama-mama muda yang masih terbawa dengan masa remajanya, yaitu ngerumpi dengan
teman. Akan tetapi sekarang sudah ada tempat yang mungkin dianggap pas untuk
ngerumpi para mama-mama muda yaitu facebook, WA, dan lain-lain. Jangan sampai
semua itu mengganggu kewajiban mama sebagai seorang ibu. Pendidikan anak untuk
yang pertama kalinya diperoleh dari seorang ibu. Bayangkan apabila mama muda
sudah sibuk dengan media sosialnya, kapan seorang ibu akan memberikan
pendidikannya kepada anak? Wajar saja jika anak tidak lulut dengan ibunya kan? Sebuah pribahasa mengatakan “Buah jatuh
tidak jauh dari pohonnya”, maknanya sifat anak tidak jauh dari sifat ayah atau
ibunya. Namun semua itu bisa di asah dengan pendidikan dini oleh seorang ibu.
Seorang ibu juga harus menyadari bahwa seorang anak kelak akan memasuki dunia
bermain, dunia berteman, dan dunia dewasanya. Seorang ibu harus bisa membekali
seorang anak dengan bermacam pendidikan, seperti pendidikan agama, pendidikan
jasmani, moral, attitide.
Mama-mama muda bukan hanya
kesibukan di media sosial yang menjadi salah satu sebab kenapa anak menjadi
membangkang dan sebagainya, ada beberapa penyebab lainnya yang bisa menjadikan
anak demikian. Dalam buku “mengapa anak saya suka melawan dan susah diatur?”
oleh Ayah Edy menyebutkan dalam bukunya ada 37 Kebiasaan orang tua yang
menghasilkan perilaku buruk pada anak, salah satunya yaitu raja yang tak pernah
salah.
Sewaktu anak kita masih kecil dan
belajar jalan tidak jarang tanpa sengaja mereka menabrak kursi atau meja. Lalu
mereka menangis. Umumnya, yang dilakukan oleh orang tua supaya tangisan anak
berhenti adalah dengan memukul kursi atau meja yang tanpa sengaja mereka
tabrak. Sambil mengatakan, “Siapa yang nakal ya? Ini sudah papa atau mama pukul
kursi atau mejanya, sudah cup cup diem ya. Akhirnya si anak pun terdiam. Ketika
proses pemukulan terhadap benda-benda yang mereka tabrak terjadi, sebenarnya
kita telah mengajarkan kepada anak kita bahwa ia tidak pernah bersalah. Yang
salah orang atau benda lain. Pemikiran ini akan terus terbawa hingga ia dewasa.
Akibatnya, setiap ia mengalami suatu peristiwa dan terjadi suatu kekeliruan,
maka yang keliru atau salah adalah orang lain, dan dirinya selalu benar. Akibat
lebih lanjut, yang pantas untuk diberi peringatan sanksi atau hukuman adalah
orang lain yang tidak melakukan suatu kekeliruan atau kesalahan.
Kita sebagai orang tua baru
menyadari hal tersebut ketika si anak sudah mulai melawan pada kita. Perilaku
melawan ini terbangun sejak kecil karena tanpa sadar kita telah mengajarkan
untuk tidak pernah merasa bersalah. Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan
ketika si anak yang baru berjalan menabrak sesuatu sehingga membuatnya menangis?
Yang sebaiknya kita lakukan adalah ajarilah ia untuk bertanggung jawab atas apa
yang terjadi. Katakanlah padanya (sambil mengusap bagian yang menurutnya terasa
sakit): ”Sayang, kamu terbentur ya. Sakit ya? Lain kali hati-hati ya, jalannya
pelan-pelan saja dulu supaya tidak membentur lagi.”
Anak adalah anugrah dari Allah SWT
yang dititipkan kepada orang tua untung dijaga, dididik, disayang, dikasih,
diasuh, namun anak juga tidak bisa dijadikan raja dalam kehidupannya. Pembelajaran
sejak dini sangatlah penting, maka dari itu, gunakan kecerdasan mama untuk
mengasuh, mengasih, menyayangi buah hati hingga tumbuh dewasa dimana dia siap
menjalankan kehidupannya di dunia kerja sampai dia tua.

diskon 40% di katalog bulan april ini lo ya temen"...wanginya yang elegan..membuat anda tambah percaya diri di hadapan para wanita..., 